
Bandung — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengukuhkan Susunan Pengurus Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat Nomor: Kep-023/DP-P.XII/1/2026.
Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Musyawarah Nasional (Munas) XI Majelis Ulama Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, sekaligus bagian dari konsolidasi organisasi guna memastikan keberlanjutan peran strategis Komisi Fatwa sebagai lembaga rujukan keagamaan umat Islam, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Keputusan tersebut diambil setelah berakhirnya masa khidmat kepengurusan sebelumnya. Oleh karena itu, MUI Jawa Barat memandang perlu untuk menyelenggarakan kembali struktur kepengurusan Komisi Fatwa agar mampu menjawab tantangan keumatan yang semakin kompleks dan dinamis.
Proses penetapan pengurus Komisi Fatwa ini merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada 17–18 Desember 2025 M, bertepatan dengan 26–27 Jumadil Akhir 1447 H, bertempat di Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Forum tersebut menjadi ruang musyawarah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Muslim untuk bermufakat menentukan figur-figur terbaik yang dinilai memiliki kompetensi keilmuan, integritas moral, serta kapasitas kepemimpinan.
Dalam konsiderans Surat Keputusan ditegaskan bahwa pengukuhan ini dilakukan untuk mengesahkan kepengurusan Komisi-Komisi MUI Provinsi Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara sah, tertib, dan bertanggung jawab. Nama-nama yang tercantum dalam keputusan tersebut dinilai layak dan mampu mengemban amanah organisasi.
Keputusan ini berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI hasil Munas XI Tahun 2025, Peraturan Organisasi MUI tentang Pedoman Pemilihan Pengurus, serta Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor Kep-43/DP-MUI/XII/2025 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030.
Adapun susunan Pengurus Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 adalah sebagai berikut:
Pada jajaran Dewan Penasehat, tercatat KH. Muh. Musthofa Aqiel dan Prof. Dr. Badruzzaman M. Yunus, MA. Sementara Ketua Dewan Pembina Komisi Fatwa dijabat oleh KH. Hasan Nuri Hidayatullah, dengan KH. Ubaedillah Harits, M.Pd sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Koordinasi Komisi Fatwa dipercayakan kepada KH. Ubang Asy’ari dan Prof. Dr. H. Ajid Thohir, MA. Untuk Bidang Fatwa, jabatan Ketua diemban oleh Dr. KH. Abubakar, MA dan Prof. Dr. KH. Izzudin Mustofa, dengan Sekretaris Bidang Fatwa dijabat oleh Dr. H. Ayi Yunus Rusyana, M.Ag, KH. Afif Yahya, serta KH. Ahmad Yazid Fatah.
Pada struktur inti, Ketua Komisi Fatwa dijabat oleh KH. Zainal Mufid, S.Sos., M.Pd, didampingi Dr. H. Sofyan Hakim, M.Ag sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada KH. Deden Utsman Ridwan, dengan jajaran Wakil Sekretaris yang terdiri dari KH. Ahmad Nawawi Sadili, Ust. Nurkholis, S.Farm., MM, Dr. H. Fathurrahman Basyari, Lc., M.Ag, dan KH. Muthiullah Hibbatullah, Lc., ME.
Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Barat juga diperkuat oleh jajaran anggota yang berasal dari kalangan ulama dan akademisi lintas disiplin keilmuan, antara lain Prof. Dr. Ending Sholahudin, M.Ag, Prof. Dr. Hj. Siah Khosyiah, M.Ag, Dr. Hj. Zulbaedah, M.Ag, Dr. Dede Rodliana, M.Ag, Dr. Atang Abdul Hakim, M.Ag, Dr. H. Ahmad Asep Faturaliman, Lc., M.Ag, KH. Ismail Salim, Kiai Ghufroni Masyhuda, S.Pd, KH. Ahmad Muthohar, M.Pd, KH. Nanang Umar Faruq, KH. Moh. Mubasysyarum Bih, S.HI., M.F.U, KH. M. N. A. Syaamil Mumtaz, M.Pd, KH. Khozinatul Asror, S.Pd, Kiai Abdul Hamid, M.Pd, Kiai Rifki Ahmad Husaery, M.Ag, KH. Agus Aliyuddin, KH. Ahmad Fidadi, serta Drs. Dede Suherman, M.Ag.
Dengan dikukuhkannya susunan pengurus Komisi Fatwa ini, MUI Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat perannya dalam memberikan panduan keagamaan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berpijak pada kemaslahatan umat, serta responsif terhadap persoalan-persoalan aktual masyarakat. Komisi Fatwa diharapkan tidak hanya menjadi penjaga otoritas keilmuan Islam, tetapi juga pilar penting dalam merawat moderasi beragama dan keharmonisan kehidupan berbangsa di Jawa Barat.
Editor: Fatma Russy [media HM Al inaaroh 2]




